Nabire, Papua Tengah, 7 Juli 2026 – Persoalan drainase di Kabupaten Nabire tidak lagi dapat diselesaikan hanya dengan membersihkan saluran yang tersumbat atau memperbaiki drainase di titik-titik tertentu. Berbagai lokasi masih mengalami penumpukan sampah, sedimentasi, hingga genangan air saat hujan deras. Kondisi ini menunjukkan bahwa sudah saatnya Nabire memiliki Master Plan Drainase Terpadu sebagai pedoman pembangunan infrastruktur drainase jangka panjang.
Sistem drainase merupakan satu kesatuan yang saling terhubung. Air hujan yang berasal dari atap rumah, pekarangan, jalan lingkungan, hingga jalan utama harus mengalir melalui jaringan drainase yang direncanakan dengan baik sebelum akhirnya bermuara ke saluran primer, sungai, atau laut. Apabila salah satu bagian tidak berfungsi dengan baik, maka dampaknya dapat dirasakan di wilayah lain berupa genangan bahkan banjir.
Master Plan Drainase Terpadu diperlukan untuk memetakan seluruh jaringan drainase di Kabupaten Nabire, mulai dari saluran lingkungan, drainase jalan, saluran sekunder, hingga saluran primer. Perencanaan tersebut juga harus memperhatikan kondisi topografi, arah aliran air, kapasitas saluran, pertumbuhan kawasan permukiman, serta dampak perubahan iklim yang berpotensi meningkatkan intensitas curah hujan.
Dengan adanya perencanaan yang terintegrasi, setiap pembangunan maupun rehabilitasi drainase tidak lagi dilakukan secara terpisah, tetapi menjadi bagian dari satu sistem yang saling mendukung. Hal ini akan membuat pembangunan lebih efektif, penggunaan anggaran lebih efisien, serta mengurangi risiko terjadinya genangan akibat saluran yang tidak saling terhubung.
Namun, infrastruktur yang baik juga harus didukung oleh kesadaran masyarakat. Kebiasaan membuang sampah sembarangan masih menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya drainase. Karena itu, edukasi, penyediaan fasilitas persampahan, serta kegiatan kerja bakti secara rutin perlu terus ditingkatkan agar saluran yang telah dibangun dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Sudah saatnya Kabupaten Nabire beralih dari penanganan yang bersifat reaktif menuju perencanaan yang visioner. Dengan Master Plan Drainase Terpadu yang dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan, Nabire dapat membangun sistem drainase yang mampu mengurangi risiko banjir, menjaga kualitas lingkungan, melindungi kesehatan masyarakat, serta mendukung pertumbuhan kota yang lebih tertata, aman, dan berkelanjutan.
Muhammad Burhan, Rahmat Anang melaporkan

Komentar Pembaca (0)
Jadilah yang pertama berkomentar.