Langsung ke konten
Selasa, 1 September 2026
Warna Baru Informasi dan Berita - Portal Berita Multi Platform
KabarPapuaTengah.id Warna Baru Informasi – Portal Multi Platform Terpercaya
Video
Kembali
Berita
Ekonomi

Suprianto, Bertahan dari Mesin Jahit, Keuntungan Bisa Tembus Rp1 Juta Sehari Saat Musim Ramai

NABIRE – Deru mesin jahit nyaris tak pernah berhenti dari sebuah rumah usaha sederhana di Kelurahan Girimulyo, sekitar Pasar Karang Tumaritis, Kabupaten Nabire. Dari tempat itulah Suprianto, penjahit yang telah puluhan tahun…

NABIRE – Deru mesin jahit nyaris tak pernah berhenti dari sebuah rumah usaha sederhana di Kelurahan Girimulyo, sekitar Pasar Karang Tumaritis, Kabupaten Nabire. Dari tempat itulah Suprianto, penjahit yang telah puluhan tahun menekuni profesinya, menggantungkan hidup sekaligus mempertahankan usaha jahit lokal di tengah persaingan industri fesyen.

Setiap hari Suprianto melayani berbagai kebutuhan pelanggan, mulai dari memperbaiki ukuran pakaian, menjahit pakaian baru, hingga menerima pesanan seragam sekolah, seragam dinas, pakaian batik, dan seragam ibadah. Ia juga menerima jahitan sesuai desain yang dibawa pelanggan, termasuk pesanan dalam jumlah besar dari sekolah maupun instansi pemerintah.

Usaha yang dikenal masyarakat sebagai Penjahit Soppeng itu kini mempekerjakan tiga orang karyawan. Menurut Suprianto, kepercayaan pelanggan menjadi modal utama usahanya bertahan hingga sekarang.

Dalam kondisi normal, keuntungan yang diperoleh berkisar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per hari, bergantung pada jumlah pelanggan. Bahkan, pada hari-hari tertentu ia mengaku tidak memperoleh pemasukan sama sekali apabila tidak ada pesanan.

Namun situasi berubah saat musim penerimaan peserta didik baru, menjelang Hari Raya, atau ketika banyak pesanan seragam. Pada periode tersebut, keuntungan yang diperoleh dapat mencapai sekitar Rp1 juta per hari.

Selain dikenal karena hasil jahitannya yang rapi, Suprianto juga dipercaya mengerjakan berbagai pesanan batik khas Nabire untuk sekolah maupun instansi.

Suprianto berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih kepada pelaku usaha jahit lokal dengan memprioritaskan pesanan seragam kepada penjahit di Nabire.

“Kami berharap pemerintah lebih memberdayakan penjahit lokal. Kalau pesanan seragam sekolah atau kantor bisa dikerjakan di Nabire, tentu akan membantu usaha kami tetap berkembang sekaligus membuka lapangan pekerjaan,” ujarnya.

Bagi Suprianto, profesi penjahit bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga bentuk pelayanan kepada masyarakat melalui hasil karya yang dikerjakan dengan teliti dan tepat waktu.

REPORTER: Ricardo Kedeikoto
CAMERAPERSON: Natanus Ugipa

☕ Atau scan QRIS di bawah untuk kirim kopi — berlaku semua aplikasi e-wallet & m-banking.

QRIS Kabar Papua Tengah
Galeri Foto
Ditulis oleh
Redaksi

Komentar Pembaca (0)

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jadilah yang pertama berkomentar.