NABIRE – Saat sebagian besar warga masih terlelap, aktivitas di sebuah warung sederhana di Jalan Bandung, Kelurahan Karang Mulia, Kabupaten Nabire, sudah dimulai. Sejak pukul 03.00 WIT, Rahyuni sibuk menyiapkan nasi kuning beserta beragam lauk yang akan disajikan kepada para pelanggan.
Warung yang dikenal dengan nama Warung Bu Thamrin itu telah berdiri selama kurang lebih 25 tahun. Usaha tersebut dirintis sejak anak-anaknya masih kecil dan mampu bertahan hingga kini berkat kerja keras serta kepercayaan pelanggan yang terus datang setiap pagi.
Warung Bu Thamrin mulai melayani pembeli sekitar pukul 05.30 WIT. Dalam sehari, pedagang nasi kuning tersebut mengolah sekitar 10 kilogram nasi kuning. Tingginya minat pelanggan membuat seluruh dagangan kerap habis terjual sebelum pukul 08.00 WIT.
Meski tidak menghitung jumlah bungkus yang terjual setiap hari, usaha tersebut mampu menghasilkan keuntungan sekitar Rp25 juta per bulan. Hasil penjualan nasi kuning menjadi sumber utama penghidupan keluarga sekaligus membiayai pendidikan anak-anak hingga menyelesaikan perguruan tinggi.
Selama puluhan tahun, hasil usaha itu digunakan untuk mengantarkan seluruh anaknya mengenyam pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Kini, mereka telah bekerja dan hidup mandiri.
Konsistensi menjaga cita rasa, disiplin memulai aktivitas sejak dini hari, serta pelayanan yang ramah menjadi alasan Warung Bu Thamrin tetap dikenal dan dipercaya masyarakat hingga sekarang.
Di tengah persaingan usaha kuliner yang terus berkembang, kisah Rahyuni menjadi bukti bahwa ketekunan, kerja keras, dan pengorbanan seorang ibu mampu menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi keluarganya.
Lokasi: Warung Bu Thamrin, Jalan Bandung, Kelurahan Karang Mulia, Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
☕ Atau scan QRIS di bawah untuk kirim kopi — berlaku semua aplikasi e-wallet & m-banking.

Komentar Pembaca (0)
Jadilah yang pertama berkomentar.