Nabire, Papua Tengah – Pemerintah Kabupaten Nabire menggelar rapat persiapan pelaksanaan Program Jemput Bola Administrasi Kependudukan (JEBOL) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Inspektorat Kabupaten Nabire. Rapat ini bertujuan memantapkan koordinasi seluruh pihak terkait sebelum pelaksanaan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.
Program JEBOL (Jemput Bola) merupakan program nasional dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri. Kabupaten Nabire dipercaya menjadi salah satu daerah pelaksana kegiatan tersebut yang akan berlangsung pada 21 hingga 25 Juli 2026.
Pelayanan administrasi kependudukan akan difokuskan di beberapa distrik, yaitu Distrik Wanggar, Distrik Makimi, dan Distrik Yaur. Masyarakat akan mendapatkan berbagai layanan, mulai dari perekaman KTP elektronik, Kartu Keluarga, akta kelahiran, akta kematian, hingga dokumen kependudukan lainnya.
Dalam arahannya, Bupati Nabire Mesak Magai menegaskan bahwa dokumen kependudukan merupakan hak dasar setiap warga negara sejak lahir hingga meninggal dunia. Karena itu, pemerintah daerah mengajak seluruh kepala distrik, kepala kampung, serta RT/RW untuk aktif mengajak masyarakat yang belum memiliki dokumen kependudukan agar memanfaatkan pelayanan jemput bola tersebut.
Bupati juga menyoroti masih adanya data kependudukan yang belum akurat, termasuk warga yang belum memperbarui identitas, data penduduk yang belum sesuai, hingga akta kematian yang belum diurus. Menurutnya, validitas data kependudukan sangat penting sebagai dasar perencanaan pembangunan, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga penyaluran berbagai program pemerintah.
Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Nabire, Jhon Pigome, menjelaskan bahwa kegiatan JEBOL tahun ini merupakan bagian dari program mobilisasi pelayanan administrasi kependudukan yang akan dilaksanakan di tiga distrik, yakni Distrik Nabire kota, Distrik Nabire barat, Distrik Wanggar, Distrik Makimi, dan Distrik Yaur. Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat di lokasi kegiatan, tim jemput bola juga akan menyasar warga yang belum terlayani melalui koordinasi dengan pemerintah distrik dan kampung.
Jhon Pigome mengatakan salah satu fokus pelayanan adalah membantu tenaga kerja yang telah lama berdomisili di Kabupaten Nabire namun masih menggunakan KTP dari daerah asal. Melalui Program JEBOL, pemerintah berharap mereka dapat segera mengurus perpindahan administrasi kependudukan dan memiliki KTP Kabupaten Nabire. Menurutnya, kepemilikan dokumen kependudukan yang sesuai domisili akan mendukung akurasi data penduduk sekaligus mempermudah masyarakat dalam mengakses berbagai layanan pemerintah.
Sementara itu, perwakilan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Papua Tengah mengapresiasi kesiapan Pemerintah Kabupaten Nabire dalam menyukseskan Program JEBOL. Koordinasi yang baik antara pemerintah kabupaten, distrik, kampung, dan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan cakupan kepemilikan dokumen administrasi kependudukan di Kabupaten Nabire.
Melalui Program JEBOL 2026, Pemerintah Kabupaten Nabire berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki dokumen kependudukan lengkap, sehingga seluruh warga dapat memperoleh akses terhadap berbagai layanan pemerintahan dan program pembangunan secara optimal.
Af’idatu Syifa – Rahmat Anang melaporkan
☕ Atau scan QRIS di bawah untuk kirim kopi — berlaku semua aplikasi e-wallet & m-banking.

Komentar Pembaca (0)
Jadilah yang pertama berkomentar.