NABIRE, PAPUA TENGAH — Yayasan Pendidikan Nasional Global (PNG) mengutus 12 mahasiswa asal Meepago untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Doktor Nugroho, Magetan, Jawa Timur. Program ini bertujuan menyiapkan sumber daya manusia Papua Tengah, khususnya tenaga pendidik bagi anak disabilitas.
Acara pelepasan berlangsung pada Kamis (1/10/2026) pukul 15.00 WIT di Cafe & Resto Ricard, Jalan Patriot, Karang Tumaritis, Nabire.
Pengiriman mahasiswa tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Yayasan PNG dan Universitas Doktor Nugroho yang ditandatangani pada 2025.
Dari 26 orang yang mendaftar, sebanyak 12 calon mahasiswa dinyatakan lolos seleksi yang dilaksanakan secara terbuka dan transparan.
Dua mahasiswa akan menempuh program pascasarjana S2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) melalui sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Sementara itu, sepuluh mahasiswa lainnya akan mengikuti program Pendidikan Luar Biasa (PLB), dengan rincian dua orang melalui sistem RPL dan delapan orang melalui program reguler.
Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan
Ketua Yayasan Pendidikan Nasional Global, Neliana Anou, M.Kep., menyampaikan terima kasih kepada Universitas Doktor Nugroho atas kesempatan yang diberikan kepada para mahasiswa. Ia berharap seluruh mahasiswa dapat menjalani pendidikan dengan serius hingga menyelesaikan studi.
Neliana menjelaskan bahwa program tersebut sejalan dengan visi dan misi yayasan dalam menyiapkan sumber daya manusia serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan, khususnya bagi anak disabilitas yang belum memperoleh pelayanan optimal.
Program pengiriman mahasiswa ini juga ditujukan untuk membantu menyiapkan tenaga pendidik yang kompeten guna memenuhi kebutuhan pendidikan di Papua Tengah.
Mahasiswa Dipersiapkan Mengabdi di Papua Tengah
Sekretaris Yayasan PNG, Enias Anou, M.Pd., menjelaskan bahwa para mahasiswa dikirim untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengajar serta menangani anak disabilitas, khususnya di Sekolah Luar Biasa (SLB).
Ia berpesan agar para mahasiswa belajar dengan sungguh-sungguh dan kembali ke Papua Tengah setelah menyelesaikan pendidikan untuk mengabdi serta membantu mengajar di sekolah-sekolah yang dikelola Yayasan PNG.
Sebelum keberangkatan, seluruh calon mahasiswa menandatangani surat pernyataan kesiapan untuk menjalani perkuliahan dan kembali mengabdi di lembaga pendidikan yang dikelola yayasan.
Yayasan PNG juga menanggung biaya perkuliahan, tempat tinggal, serta kebutuhan makan dan minum para mahasiswa selama menempuh pendidikan di Jawa Timur.
Mahasiswa Berharap Kesempatan Pendidikan Diperluas
Salah satu mahasiswa utusan, Mariana Klarina Agapa, mengapresiasi proses seleksi yang dinilainya berlangsung terbuka dan transparan. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan yayasan untuk menunjang kebutuhan pendidikan dan kehidupan mahasiswa selama berada di Jawa Timur.
Mariana berharap Yayasan PNG dapat terus mengakomodasi mahasiswa lainnya agar semakin banyak putra-putri daerah yang memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan dan berkontribusi bagi kemajuan Papua Tengah.
Pelepasan Disertai Doa dan Pesan Rohani
Acara pelepasan yang berlangsung di Cafe & Resto Ricard, Jalan Patriot, Karang Tumaritis, Nabire, turut diisi doa dan pesan rohani yang dipimpin oleh Pdt. Jeck Ikomou, S.Th.
Dalam pesan bertajuk “Calon Mahasiswa, Kalian Adalah Biji Mata Tuhan”, para mahasiswa diingatkan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab selama menempuh pendidikan dengan sungguh-sungguh serta senantiasa mengandalkan Tuhan.
Melalui program ini, Yayasan Pendidikan Nasional Global berharap dapat mencetak tenaga pendidik asal Meepago yang kompeten, khususnya dalam pendidikan anak disabilitas, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan guru dan meningkatkan kualitas pendidikan di Papua Tengah.
Dari Nabire, Uswatun Hasanah, Ricardo Kedeikoto melaporkan.
☕ Atau scan QRIS di bawah untuk kirim kopi — berlaku semua aplikasi e-wallet & m-banking.

Komentar Pembaca (0)
Jadilah yang pertama berkomentar.